18/03/26

IMAN DAN KELESTARIAN ALAM


 Khutbah Idul Fitri 1447 Hijriah

Iman dan Kelestarian Alam

Prof Dr Abdul Mu'ti M Ed

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah,

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI

 

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذُ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبَرَهُ تَكْبِيرًا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ إِلهَا وَاحِدًا ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا نَبِيًّا وَرَسُولًا . الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ اتَّبَعَ الْهُدَى أَمَّا بَعْدُ

فيا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ أُوصِينِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ . وَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

 

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

 

Jamaah shalat Idul Fitri yang dirahmati Allah

Pada kesempatan yang sangat mulia dan berbahagia ini marilah kita berusaha meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah. Kita menunaikan dengan ikhlas semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya.

Pada kesempatan ini khatib mengucapkan taqabbal Allahu minna waminkum. Shiyamana wa shiyamakun. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.

Alhamdulillah kita semua telah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan dan ibadah-ibadah sunnah dengan sebaik-baiknya.

Alhamdulillah kita diberikan kesempatan oleh Allah menunaikan ibadah shalat Idul Fitri sebagai perayaan kemenangan dan wujud syukur kepada Allah. Idul Fitri yang kita laksanakan pada 1 Syawal bukanlah titik kulminasi, tetapi justru menjadi titik awal untuk kita meningkatkan ibadah dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dalam bahasa Arab, kata syawal (شوال) berasal kata syala (شال) yang berarti mengangkat رفع / ارتفع ). Syawal berarti peningkatan, pengangkatan, atau kenaikan.

Berbekal ibadah selama bulan Ramadhan, kita berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan meminta ampunan atas segala dosa, belajar dari kesalahan dengan tidak mengulangi kesalahan yang sama dan membuat kesalahan baru serta meningkatkan hal-hal dan amal kebajikan selama Ramadhan seperti sedekah, tadarus Al-Quran, dan qiyamu al-lail.

 

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Jamaah Idul Fitri yang dirahmati Allah

Di dalam kehidupan dunia, manusia memiliki dua kedudukan yaitu hamba dan khalifah Allah. Sebagai hamba, manusia menyembah Allah sebagai Tuhan satu-satunya, mengabdi kepadaNya, menunaikan dengan ikhlas semua perintah-Nya dan meninggalkan semua larangan-Nya. Allah berfirman:

 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku - (Az-Zariyat [51]: 56).

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Padahal mereka hanya diperintahkan menyenbah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama (Qs.Al-Bayyinah [98]:5).

Sebagai khalifah Allah, manusia bertanggung jawab untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan di dunia dengan senantiasa berbuat ihsan dan tidak membuat kerusakan.

وَأَحْسِن كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْعَ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan (Qs. Al-Qasas [28]: 77).

 

Di dalam ayat yang lain Allah berfirman:

 

وَاذْكُرُوا إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاءَ مِنْ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِي الْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِن سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ الْجِبَالَ بُيُوتًا فَاذْكُرُوا الَاءَ اللَّهِ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

 

Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. (Qs Al-A'raf 74)

Di dalam surat Hud (11): 61 Allah berfirman:

 

هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الْأَرْضِ وَأَسْتَعْمَرَ كُمْ فِيهَا

Dia menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya.

 

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا وَاللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Jamaah Idul Fitri yang dirahmati Allah

Pelaksanaan tugas khalifah merupakan ibadah dan wujud keimanan kepada Allah. Iman membedakan perilaku manusia terhadap alam. Manusia beriman melestarikan alam, manusia munafik dan fasik membuat kerusakan. Orang-orang munafik itu, apabila diingatkan agar tidak membuat kerusakan di muka bumi, mereka menjawab: saya tidak merusak, tetapi membangun, melestarikan alam:

 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِن لَّايَشْعُرُونَ

 

Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan". Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (Qs Al-Baqarah: 11-12)

Orang-orang fasik adalah mereka yang bermaksiat kepada Allah dan menciptakan kerusakan di muka bumi.

الَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ میثقهِ - وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ أَوْلَئِكَ هُمُ الْخَسِرُونَ

(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (Qs Al-Baqarah: 27)

 

اللهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Jamaah Idul Fitri yang dirahmati Allah

Sekarang ini kita melihat kerusakan alam semakin parah. Berbagai musibah akibat kerusakan alam terjadi silih berganti. Banjir, tanah longsor, dan berbagai bencana hedrometrologi seakan tiada henti.

Dunia sekarang mengalami masalah iklim yang semakin serius. Perubahan iklim (climate change) yang diakibatkan pemanasan global (global warming) mulai berdampak terhadap kerusakan ekosistem. Dalam jangka panjang, jika tidak dihentikan atau diperlambat, perubahan iklim dapat mengancam kehidupan dunia dan masa depan umat manusia.

Belum lagi masalah polusi udara, air, dan tanah serta sampah yang menimbulkan bencana ekologis dan berbagai penyakit endemik dan pandemik.

Kerusakan itu bukan karena murka Allah dan penciptaan alam yang tidak sempurna. Kerusakan terjadi karena perbuatan manusia.

 

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Qs Ar-Rum 41)

Agar kerusakan tidak terus terjadi, kita perlu membangun budaya hidup sehat dan ramah lingkungan. Pertama, membiasakan diri hidup bersih. Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan bersih (Qs. Al-Baqarah [2]: 222).

Kedua, tidak boros energi, makan dan minum yang berlebihan, dan konsumtif (Qs. Al-Araf [7]: 31). Membudayakan budaya hemat dengah 4R: Reduce (mengurangi), Reuse (memanfaatkan barang-barang habis pakai), Recycle (mendaur ulang sampah), dan Reproduce (memproduksi kembali barang-barang habis pakai menjadi produk yang bernilai ekonomi dan kelestarian alam).

Ketiga, membangun budaya hidup sehat dengan menerapkan kecerdasan ekologis dengan membeli produk yang tidak merusak lingkungan, mengurangi bahan-bahan kimia dan unorganik, memperbanyak penggunaan produk organik, mengurangi konsumsi listrik kantor dan rumah tangga yang tidak perlu, tidak banyak menggunakan kendaraan bermotor dengan bersepeda atau berjalan kaki.

Keempat, menanam pohon-pohon yang produktif, tanaman keras yang berbuah, untuk reboisasi dan peningkatan ekonomi serta tata ruang yang seimbang.

Kelima, mengurangi limbah industri dan "limbah ibadah" melalui pengolahan air dan daur ulang air sehingga tidak menimbulkan pencemaran air. Penting dilakukan pemanfaatan air bekas wudlu untuk kolam atau pengairan tanaman. Penting mulai dibangun masjid dan gedung-gedung yang ramah lingkungan dengan listrik tenaga surya, arsitektur gedung yang hemat energi, dan berbagai penghematan yang lainnya.

Mari kita aktualisasikan iman Dalam perilaku, budaya, dan kebijakan yang ramah lingkungan. Mari kita transformasikan amalan Ramadhan dalam kehidupan yang tidak konsumtif, hidup hemat, efisien, dan tidak boros energi.

Alam adalah anugerah Allah untuk kesejahteraan umat manusia. Mari kita lestarikan untuk masa depan dunia dan kehidupan umat manusia dengan spirit iman dan takwa.

 

اللهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُ أَكْبَرُ ، وَلِلَّهِ الْحَمْدُ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيمِ وَعَظِيمِ سُلْطَانِكَ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مجِيدٌ

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُوْنَا بِالْإِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلا لِلَّذِينَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيمٌ . اللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

Suara Muhammadiyah • 06/111•16-31 Maret 2026 hal. 33

Disalin sesuai aslinya oleh Iqbal Al Basith Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Planjan Kesugihan Cilacap

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar